Ternyata Kuda Purba Hanya Sebesar Kucing

Kuda kini menjadi salah satu mamalia berukuran besar. Namun, puluhan juta tahun lalu, ternyata ukuran kuda cuma sebesar kucing.

http://lostinurworld.files.wordpress.com/2011/08/a264_horse1.jpg?w=350&h=409

Palaentolog menyimpulkan hal tersebut berdasarkan hasil penelitian pada fosil gigi kuda Sifrhippus sandrae, kuda pertama yang mendiami benua Amerika.

Menurut para palaentolog, ukuran kuda yang kecil dipengaruhi oleh iklim yang panas pada periode Paleocene-Eocene Thermal Maximum sekitar 50 juta tahun lalu.

Pada periode tersebut, banyak hewan yang punah akibat suhu panas. Sementara, beberapa hewan harus beradaptasi dengan memiliki ukuran tubuh kecil.

Temperatur rata-rata global saat itu meningkat hingga lebih dari 10 derajat Celsius. Sementara, temperatur di Laut Artik adalah 23 derajat Celsius, sama dengan temperatur laut subtropis saat ini.

Berdasarkan penelitian, 56 juta tahun lalu, berat kuda hanya 5,6 kg dan menyusut lagi menjadi 3,9 kg 130 ribu tahun kemudian. Ukuran baru membesar 45.000 tahun kemudian dengan berat 7 kg.

Fenomena penyusutan tidak hanya terjadi pada kuda. Beberapa herwan lain seperti burung juga dilaporkan mengalami penyusutan.

Nah, bagaimana dengan suhu Bumi yang makin meningkat saat ini? Akankah membuat makhluk-makhluk di Bumi beradaptasi dengan menyusutkan ukuran tubuh?

Ross Secord dari University of Nebraska-Loncoln mengungkapkan bahwa ada perbedaan antara perubahan iklim di masa lampau dan saat ini.

Ia mengatakan, di masa lampau, perubahan terjadi dalam jangka waktu puluhan ribu tahun. Sementara, pemanasan yang terjadi saat ini terjadi dalam jangka waktu puluhan atau ratusan tahun saja.

“Jadi, ada perbedaan besar dalam skalanya, dan beberaa pertanyaannya adalah, apakah kita akan melihat respon yang sama, apakah hewan akan mampu menyesuaikan ukuran tubuhnya dalam beberapa abad,” kata Secord seperti dikutip AFP.

Kemungkinannya, lebih banyak spesies yang punah daripada yang mampu menyesuaikan diri. Penelitian Secord dan rekannya dipublikasikan di jurnal Science.

source

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s