Canggihnya Curiosity Si Robot Penjelajah Mars

Lembaga antariksa NASA baru saja sukses mendaratkan robot terbarunya yang bernama Curiosity ke planet Mars. Curiosity adalah robot tercanggih yang pernah dibuat oleh NASA.

Biaya pembuatannya saja sangat besar, mencapai USD 2,5 miliar. Curiosity merupakan robot ketujuh NASA yang khusus diciptakan untuk menyambangi planet merah tersebut.

Selama dua tahun ke depan, Curiosity direncanakan bakal menjelajahi permukaan planet Mars. Misi utamanya adalah menyelidiki apakah pernah ada kehidupan primitif di sana.

Mau tahu bagaimana foto-foto dan seperti apakah kecanggihan Curiosity? Berikut cuplikannya :

Terbang 8 bulan

Penerbangan dari bumi ke Mars hingga pendaratan membutuhkan waktu sangat lama. Curiosity berhasil menjejak planet Merah itu setelah terbang selama sekitar 8 bulan dan menempuh jarak 570 juta kilometer.

Robot Curiosity yang punya empat roda ini akan bergerak secara otomatis di medan berat Mars. Memang teknologinya dirancang sangat canggih, jauh melebihi robot Mars sebelumnya.

Curiosity telah mengirimkan sinyal mendarat dengan selamat di Mars. Ia juga sudah mengirimkan foto pertamanya yang disambut gembira oleh awak Nasa di Jet Propulsion Laboratory di Pasadena, California.

“Kami berada di Mars lagi dan hal ini sungguh luar biasa,” kata direktur NASA, Charles Bolden mengungkapkan kegembiraannya atas pendaratan Curiosity.

“Pendaratan Curiosity yang berhasil — laboratorium pengelana paling canggih yang pernah mendarat di planet lain — menandai fitur teknologi yang tak terduga yang akan menjadi titik kebanggaan nasional hingga jauh ke masa depan,” ujar Presiden AS, Barack Obama dalam keterangannya.

Teknologi canggih

Curiosity beroperasi menggunakan daya nuklir. Ukurannya sebesar mobil berukuran kecil dan dilengkapi dengan perangkat penelitian canggih.

Daya nuklir membuatnya mampu beroperasi lama. Dengan teknologi canggih yang dibenamkan di dalamnya, Curiosity berukuran sekitar lima kali lebih berat dari robot NASA sebelumnya yang dikirim ke Mars.

Ya, berat robot ini di kisaran 1 ton sehingga saat pendaratannya di Mars menjadi yang paling mendebarkan. Robot ini dibawa dengan sebuah roket

Begitu mendekati permukaaan Mars, roket akan menurunkan Curiosty dengan semacam tali. Begitu memastikan si robot mendarat dengan selamat, modul itu akan terbang dan meninggalkan Curiosity sendirian di Mars. Untunglah pendaratannya mulus sesuai rencana.

Robot ini punya tangan elektronik dengan bor, laser dan laboratorium untuk mencium jika ada unsur-unsur pembangun kehidupan di Mars. Curiosity mampu pula mendeteksi radiasi Mars dengan akurat.

Level radiasi yang diukur Curiosity akan dianalisis oleh NASA. Ini untuk menentukan seperti apa lingkungan yang akan dihadapi astronot jika suatu saat mereka mendarat di sana.

Menyelidiki kehidupan

Tempat pendaratan Curiosity sengaja dipilih di dekat garis equator. Sebab di sana terdapat tanda-tanda bahwa di masa lalu pernah ada sumber air yang mengalir. Hal ini bikin penasaran karena air adalah syarat utama adanya kehidupan.

Robot sebelumnya berhasil mengidentifikasi es di dekat kutub utara Mars dan bukti bahwa pernah ada aliran air di planet ini. Mungkin pernah ada suatu masa di mana air banyak terdapat di Mars.

Tujuan utama Curiosity adalah memeriksa bahan utama yang penting untuk kehidupan seperti nitrogen, fosfor, dan oksigen. Namun Curiosity tidak diperlengkapi alat untuk mencari organisme hidup.

Untuk benar benar memahami apakah ada kehidupan di Mars, misi selanjutnya di masa depan punya tugas yang lebih berat. Yaitu mengambil material di Mars dan membawanya kembali ke bumi untuk diselidiki di laboratorium canggih.

Bikin penasaran

Planet Mars memang bikin penasaran. Planet ini konon adalah planet yang jika dibanding planet selain bumi, paling sesuai untuk mendukung kehidupan. Tidak sedikit yang bermimpi Mars suatu saat bisa benar-benar ditinggali manusia jika bumi sudah sesak.

Tidak heran jika NASA selalu merasa ingin tahu terhadap planet yang satu ini. Sudah banyak misi dicanangkan untuk menyelidiki si planet merah dengan mendalam.

Namun demikian, kondisi Mars ternyat berat untuk kehidupan. Misalnya, atmosfernya yang tipis mencegah eksistensi air dalam bentuk cair. Namun dari berbagai bukti, ada kemungkinan planet ini bisa ditinggali meski NASA belum berhasil membuktikan apakah pernah ada makhluk hidup di sana.

Selain Amerika Serikat, beberapa negara juga penasaran pada Mars. Sejak tahun 1960-an, Eropa, Uni Soviet dan Jepang mencoba mengirimkan berbagai pesawat untuk menyelidiki Mars. Sebagian berujung pada kegagalan.

source

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s